Hantu Millenium


Casper, hantu baik hati yang beberapa tahun lalu menjadi idola anak-anak bahkan orang dewasa, mungkin sekarang sudah mati. Maksudnya tidak populer lagi. Dari cerita khayal itu kemudian muncul cerita fiktif lain, sebut saja Si Manis Jembatan Ancol. Hantu seksi di film ini tidak kalah baik hatinya dengan si Casper. Sudah dapat dipastikan ending dari film produksi Indonesia ini musuh yang merupakan penjahat akhirnya mati. Alur cerita biasanya diawali dari seorang perempuan yang diperkosa, dibunuh untuk dihilangkan jejak si pemerkosa. Bisa dipastikan pula dalam cerita ini, perempuan itu akhirnya menjadi hantu karena mati tidak wajar. Arwahnya gentanyangan. Dia balas dendam, kemudian menghantui pemerkosa yang sekaligus sang pembunuh dirinya. Lucunya, ’hantu Indonesia’ ini selalu memakai pakaian seksi, pamer payudara, atau paha. Pakaiannya serba mepet, kalaupun memakai pakaian longgar biasanya transparan alias tipis dan tembus pandang.

Bicara soal hantu memang mengerikan. Tetapi jika semua hantu seperti si Manis Maryam, tidak akan ada manusia yang takur bertemu hantu. Malah, bisa-bisa para hantu melebihi artis, disanjung. Apalagi jika hantu yang selalu dipersepsikan sebagai makhluk jahat, seram lantas berganti rupa. Mereka seakan menjadi dewa penolong. Jika benar ratu cantik penguasa Pantai Selatan Nyai Roro Kidul seperti yang diperankan Suzanna, orang tidak akan takut bermain ombak, yang bisa menghanyutkannya agar bisa bertemu dengan ratu cantik itu.

Andai saja hantu-hantu seperti dalam film itu benar-benar ada, seperti Si Manis Jembatan Ancol yang ditayangkan oleh stasiun Indosiar, pada Selasa (17/10/2000), tentu rakyat Indonesia selayaknya berbahagia. Pasalnya, hantu-hantu yang menempati gedung-gedung tua bersejarah itu marah. Mereka nghantui orang-orang picik yang ingin membangun gedung dengan meluluhlantakkan gedung kuno itu. Justru hantu-hantulah yang selalu menjadi pelindung tempat-tempat bersejarah. Pak Ali Sadikin pun tidak akan pernah merasa kecolongan terhadap beberapa hotel antik bersejarah di Jakarta.

Yah, seperti cerita di atas, anak cucu kita kelak akan tetap bisa merasakan salah satu –hasil- perjuangan para pembela bangsa. Sayangnya, rumah-rumah bersejarah hanya tinggal kenangan.

Boleh juga jika para hantu, baik jin atau setan, disebutkan bahwa meraka lah pelindung bumi, pahlawan dari tangan-tangan manusia brengsek perusak alam. Salah seorang dosen disela-sela memberikan materi kuliah bercerita. Bapak mertua yang seorang ’toke kayu’, beserta para pekerjanya sakit tak kunjung sembuh akibat ’dilukai’ oleh jin penunggu pohon. Jin yang katanya mirip Benazir Butho tersebut bersedia melepaskan sengkalanya dengan syarat. Si bos harus mau menikah dengannya! Boleh percaya atau tidak, setelah si toke kayu menikahi jin perempuan itu, sakit yang dideritanya dan para pekerjanya sembuh seketika.

Kembali pada jin atau setan penunggu pohon-pohon besar, lagi-lagi kuberpikir, merekalah sebenarnya penyelamat bumi dari kerusakan-kerusakan yang dibuat manusia sendiri.  Seharusnya pengusaha pemegang HPH, ataupun bos-bos para pembalak, yang mengekploitasi hutan tanpa mau menanam kembali di bumi nusantara ini dicekik oleh para jin atau setan. Pahlawan bumi ini akan makin dicintai jika mereka menghukum para tangan-tangan jahil perusak hutan paru-paru dunia di seluruh penjuru bumi lainnya.

Masih teringat jelas bulan November tahun lalu, tanah longsor terjadi di beberapa daerah di nusantara. Berapa puluh penduduk yang tewas tertimbun tanah. Jika dihitung dengan rupiah, berapa trilyun kerugian akibat tanah longsor itu? Penyebab tanah longsor sejauh ini diduga akibat penebangan pohon secara liar.

Kiamat yang akan tiba karena ulah manusia sendiri, dengan merusak bumi. Maka jika para jin dan sertan menjadi penunggu dan beristana di pohon-pohon, bumi akan tetap hijau dan lestari.

Atau jika Si Manis Jembatan Ancol dan Ratu Pantai Selatan benar-benar ada, apling tidak menjelma seperti yang diperankan Suzanna, Indonesia tidak membutuhkan polisi lagi. Sebab, berbagai kasus yang mereka tangani toh tidak dituntaskan. Bisa jadi persepsi kita tentang manusia akan berubah, karena setan, sanga perusak itu justru manusia itu sendiri.

Ntah bulan apa di tahun 2000.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: