usai badai tiba


dingin banget malam ini. sore tadi, ketika tiba waktunya teman-teman berbuka, angin merangsek masuk pintu berbelah tengah di antara lantai lima dan empat itu. kencang, persis seperti badai yang kerap membuatku takut manakala aku bertinggal sementara di wilayah pesisir, sekaligus berbukit, tapaktuan, aceh selatan. saat lalu, mbak elis mencoba menutupnya. tapi rupanya ia tak mampu menahan laju badai danau itu. terbanting tanpa suara. teriakan menderu justru dari arah jauh sana, membawa alur-alur tak beraturan, terombang-ambing.
amukan badai petang tadi dari arah barat, tepat tengah danau toba dari niagara hotel tempatku bermukim sementara di minggu ini. sore lepas pelatihan penanggulangan resiko bencana berakhir, keceriaan toba sirna. ia hilang dalam awan hitam yang semakin menebal bahkan menutup bukit yang biasa hijau rumput. agenda berenang sore ini batal. dingin, hanya itu alasan tubuhku. nun jauh barat daya, butiran lembut air langit turun miring bergabung bersama sang toba. kelabunya hingga menusuk ke dalamnya.

amukannya telah usai. hanya rintik kecil bersama dingin menggigit tulangku yang berbalut kulit tipis. mungkin, hingga pagi esok…

hampir malam, 3 september 2009, 10.12

toba belum diamuk badai

toba belum diamuk badai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: