Beli Pulsa?


Nomer handpone tanpa kutahu pemiliknya mengirimkan pesan ke nomerku. Isinya singkat, “Apa kabar?”

Jawaban singkat kukirim balik ke nomer tersebut. “Baik.”

Lalu pesan dari nomer tanpa nama itu  kembali masuk, “Nio nomer ake Tembuku ibuk”

Hmm, Tembuku dengan nomer baru lagi! Mengingat-ingat sejak ia punya hanphone tahun 2008 lalu, nomer yang ia milliki sudah lebih dari 10 dengan dua macam provider (tidak perlu kusebutkan lah ya).

Pesan singkat kader pendidikan baca tulis hitung (BTH) di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, ini kubalas lagi.

“Behelo, numor nang lamo kimono? Ngapo hopi dipakoi? Poning akeh simpan benyok numor. Yoi kalu isikko pulsa podo numor nang samo bae ibo”

Tembuku yang berdarah Orang Rimba ini hanya membalas, “Au, ake hopi tentu caro ngisinya.”

Aku membalasnya dengan ‘janji’ untuk menelponnya nanti malam. Memastikan cara mengisi pulsa, sehingga ia tak perlu gonta-ganti nomer.

Kejadian serupa berulang kali terjadi pada kawan-kawan rimba lainnya, dari awal mereka mulai menyapaku melalui alat canggih ini, hingga hari ini. Kadangkala jika kudigantung rindu pada kawan-kawan rimbaku ini, kuhubungi nomer mereka. Satu bisa masuk, beberapa lainnya dijawab seorang perempuan bahwa nomer sudah tidak valid.

Hal-hal sederhana dalam alat canggih tidak selalu mudah dimengerti. Mengisi pulsa seperti yang dilakukan Tembuku bukan hal gampang jika memang tidak mengetahui caranya. Sekalipun cara termudah dilakukannya adalah turun ke desa, pergi ke penjual pulsa. Sudah!

Kisah ini mengingatkanku pada paman kawanku di Kalimantan Tengah sana. Pulang ke Jawa, iapun kepencut untuk beli hp. Pergilah ia ke Singosaren Plasa diantar kawanku. Sampai di counter handphone, ia bingung memilih yang mana. Terbengong-bengong walah uang di kantong siap dibayarkan untuk membawa hp baru.

Kosek le, tak takon. Hpne tuku neng kene. Lha sinyale sisan tuku neng kene opo kudu tuku neng Kalimantan yo (Sebentar, aku tanya. Hp belinya di sini. Untuk sinyalnya apakah beli di sini atau harus beli di Kalimantan ya ?”

So, terserah kamu mau komentar apa.

26 November 2009, Sore mengisi otak yang lagi kosong 15.15

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: