Padahal, aku hanya mengatakan….


Mimpi apa aku semalam ya? Lupa! Seseorang yang hanya sesekali bertemu denganku tiba-tiba mengirimkan pesan, ”Apa kabar, Kak”

Ia bukan seorang yang sangat istimewa dalam kehidupanku. Ia hanya seorang perempuan yang kukenal sebagai pendaftar di Klinik…(ah lupa lagi namanya, yang jelas, ada Dr Jun SpPD berpraktek di sana). Aku bertemu dengannya jika kesehatanku bermasalah, dan memaksaku untuk berkonsultasi dengan dokter langgananku itu.

Bahkan kalau kamu menanyaiku siapa namanya, aku tak tahu. Nomer handphonenya kusimpan karena aku punya kepentingan. Kepentingan untuk mendapatkan nomer antrian yang lebih jelas.

Jika pertanyaanmu, ”Lalu, kau namai siapa pemilik nomer itu?” Jawabku, ”Dftr dr Jun” itu saja.

Seingatku, ia lagi sakit kala aku mendaftar tanggal 10 lalu. Ia memberikan nomer kontak teman yang menggantikannya. Empat hari kemudian, aku harus menghubunginya lagi karena aku berkepentingan periksa lagi. Ia membalas lagi, ”Saya belum masuk kak, masih sakit.”

Hari ini ia mengirimkan pesan untuk sekedar bertanya kabarku. Ketika balasku, sudah sembuh dan mengucap syukur pada Sang Maha Pengasih, ia pun membalas ”Alhamdulillah…”

Di belakang kata syukur itu ia berkisah, belum pernah ia mendapat balasan sekedar ucapan terima kasih. Terlebih mengatakan harapan padanya untuk lekas sembuh.

Hmmmm, ya, padahal waktu itu aku hanya mengetik ”Terima kasih, kak. Semoga kakak lekas sembuh”

24 Desember 2009, pada malam kuseorang diri….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: