Bingung Nulis atau Menulis Bingung?


Bingung mau nulis! Gila! Hilang ideku! Entah pergi kemana ide-ide berhari-hari kemarin terbang. Hilang, ide kerapkali kejadian serupa berulang. Ini akibat kemalasanku untuk melampiaskan cuilan-cuilan khayalku dalam titik-titik huruf. Benar bahwa aku malas membuka laptop. Lebih-lebih jika mencari folder tulisan yang menyisip di folder D/IAO. Malas sekali aku! Dari folder ini, deretan-deratan folder berisi file pekerjaan tersimpan. Nama-nama folder itu yang kerap membuatku malas membuka laptop. Tidak membacanya sekalipun!

“Kamu sedang di rumah oey, bukan di kantor! Saatnya manjakan diri. Waktu kerjamu akan datang lagi besok pagi….” seruku pada diriku sendiri.

Padahal waktuku luang. Tidak pula sedang punya buku bacaan. Intisari dan National Geographic yang kutitip pada Pak Daryadi alias Pakde habis terbaca dalam dua hari saja. Sedikit menyesal aku segera menyelesaikannya. Menyesal mengapa aku tidak bisa mengeremnya seperti yang pernah kulakukan saat aku masih hidup di rimba. Ya, karena aku sudah tidak punya buku bacaan lagi. Eh, ada satu buku yang dipinjami mbak Nur. Tapi entah mengapa tiap kali aku membuka halamannya, mataku terasa sangat berat.

Aku malas baca. Aku malas nulis. Tapi aku tidak perlu menyalahkan pihak lain, membawa-bawa makhluk lain sebagai kambing hitam. Toh, malam demi malam aku tidur kala detak jarum jam dinding masih pada angka 9. Terlalu sore untuk waktu Indonesia bagian barat ini. Cukup bayangkan saja, subuh di sini sekitar pukul 5.30. sedangkan waktu Isya’ jatuh pukul 20. Keterlaluan tidur sore, hampir tiap pagi belum subuh mataku sudah tak mau menutup lagi. Kalaupun kupaksa, pikiranku melayang asyik dalam khayalan pagi hari. Hanya burung berukuran kecil, berbadan coklat, pada bagian dada berwarna kuning yang membuatku lalu bersenandung. Burung cerewet yang datang tiap pagi.

Sayangnya, ia tak mampu mengajakku untuk mencairkan khayalku dalam ketikan tulisan. ”Ditulislah pakai tulisan tangan,” kata seorang teman kala kujawab pertanyaannya, mengapa aku tidak lagi menulis.

Malas. Terlalu berat rasanya menulis ’jaman sekarang’ hanya memakai kertas dan pena. Aku sedang tidak di rimba raya seperti dulu. Mau tidak mau, kepenatanku harus kutuangkan dalam halaman-halaman buku tulis merk Kiky. Menyalinnya lagi ke layar monitor komputer saat berada di kota. Menulis pada lembar-lembar kertas membuatku kesal. Bagaimana tidak, kala otak penuh dengan ide, tangan tidak mampu merespon cepat. Otakku berlari, sedangkan tanganku bak menari tarian jawa yang bergerak penuh kelembutan. Tidak klop!

Lalu kala malas tidak dihadang, ide itupun akhirnya menghilang dan tidak bisa kusalahkan. “Resikomu. Lebih memilih menutup mata, sekedar memuaskan nafsu berfantasi,” kataku lagi.

Apakah kamu juga merasakan begitu? Terlebih jika otak telah digunakan berjam-jam untuk bergelut dengan kegiatan yang dinamakan kerja! Tubuh ingin dimanja. Matapun tak kalah merayu untuk ”Ayolah, istirahat…” Sepantasnya kuakui, bagian-bagian yang menjadikan aku harus kudengar juga. Ingat kala mereka memberontak karena aku tidak menghiraukannya. Rasa nyaman menjauh. Aku bahkan tidak mampu untuk memikirkan aku. Parahnya lagi jika harus sampai diantar ke rumah sakit. ”Tak mau lagi kan Nuk?”

Istirahat bukan berarti malas. Tidak menulis karena protes badanku bukan berarti harus menuruti malas. Ya istirahat beda dengan malas. Toh, menuliskan ini ternyata masih bisa. Dan hehehe, ternyata akhirnya aku nulis juga meskipun nggak mutu, nggak tahu ujung pangkal tulisan ini. Yah, harus kupaksa untuk tidak terucap kata malas. Menulis itu menyenangkan.

Minggu, 14 Februari 2010 21:13

Iklan

3 Komentar

  1. 8207h32 said,

    19 Februari 2010 pada 3:07 pm

    Jadi teringat tips saat nggak ada koneksi internet
    http://www.1stwebdesigner.com/development/tips-to-do-when-you-have-no-internet-connection/
    aku suka yang point 13.. nggak melakukan apa2..

    btw.. keep the fight..

    • naribungo said,

      24 Februari 2010 pada 7:29 am

      hahahaha…iyo. tapi yen ora ngopo-ngopo kepikiran…

    • naribungo said,

      27 Februari 2010 pada 6:28 am

      Setelah anda login ke facebook, silahkan ketik alamat berikut : http://www.facebook.com/badges.php.
      Setelah itu akan muncul halaman untuk membuat badge.
      Sebelumnya, anda juga perlu masuk ke dashboard wordpress anda, dan masuk ke bagian appearance | widgets. Lalu siapkan widgets text. Setelah widgets text sudah siap, copylah HTML dari facebook ke widgets text tsb.

      iki piye to mas nggawene? ora donk maksude? soale ora ono tautan neng FB.

      wes tak bukak FB tapi ora dong maksude


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: