cempe


Mbekkkkkkk….Mbekkkkkk….

Suara makhluk yang kerap disebut orang Jawa sebagai cempe itu merasuk hingga ke ulu hati. Ohya, cara baca cempe begini. ‘e’ dalam suku kata cem seperti kala lidahmu mengatakan cepat, pemuda. Sedangkan pe cara bacanya seperti enak, desa. Ia terus berteriak kebingungan. Aku, tentu saja tak tahu yang mana induknya. Jika cempe-cempe mulai memberanikan diri bermain menjauh, gaduhnya menghunjam telingaku saat ia panic kehilangan induknya.

Sesekali suara Didik yang sedang berbicara dengan Yitra dan aku, menghilang dari pendengaranku. Ini bukan kali pertama tiba-tiba hilang konsentrasiku ketika suara-suara cempe mencari induknya itu meraung-raung. Waktu lalu, saking buyar otakku aku pergi ke jalan. Siapa tahu aku melihat sosok kambing dewasa yang kukira induknya. Tak tega rasanya mendengar cempe-cempe itu menangis. Tak kutemukan. Juga akhirnya aku tak tahu bagaimana cempe berkulit coklat itu bersua kembali dengan induk dan saudara kandungnya.

Inipun tidak terlalu penting untuk kuulas lebih jauh. Hanya saja, pikiranku kini melayang ke anak-anak yang dibuang orangtuanya karena memang tidak diinginkan. Apakah mereka juga merasakan hal yang sama dengan cempe-cempe, yang mungkin karena ‘kenakalannya’ sendiri berpisah dengan induknya?

Akh, aku jadi ingat anak Ambar yang terpaksa diberikannya pada orang yang tidak pernah dikenalnya. Anak-anak yang dilahirkan mbak Ning tetanggaku. Kabar yang kudengar, setelah dilahirkan, mbak Ning kembali menjual anaknya. Anak ketujuh. Anak-anak itu tidak pernah tahu asal-usulnya…

Siang usai makan siang, 13.34

30 Maret 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: