mengapa angka romawi dipelajari di matematika?


Dalam perjalanan dari Tapaktuan menuju Menggamat, Kluet Tengah, mas Zainuddin yang akrab dipanggil pak Zen bercerita sekaligus ngudoroso. Ia bercerita, tadi pagi anaknya yang tinggal di Jogya menelponnya. Anak SD itu menanyakan pertanyaan yang hingga sore ini tidak dapat dijawab oleh ayahnya.

Bahkan kata pak Zen pada anak semata wayangnya itu hanya begini, “Jaman Ayah biyen ramikir tekan semono e le. Dadi Ayah yo ora sempat takon karo gurune ayah biyen (Waktu Ayah –sekolah- dulu nggak pernah memikirkannya sampai di sana. Jadi ayah juga tidak sempat menanyakan pada guru ayah dulu).”

Pertanyaan putra pak Zen ini hanya singkat saja,” Ayah, mengapa angka romawi itu diajarkan di pelajaran matematika? Kan hanya hafalan, tidak masuk hitungan yang tinggi-tinggi dan hitungan itu sangat jarang dipakai. Mengapa ia tidak masuk di pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) atau sejarah saja? Wong Cuma hafalan kok masuk ke matematika?”

Nah, yang jadi persoalan, menurut cerita pak Zen, adalah lebih pada angka-angka itu sangat jarang digunakan oleh kita. Ia tidak seperti sistem bilangan desimal yang memang sangat akrab dan digunakan setiap waktu. Yap, paling-paling hanya untuk bab buku, jam. Aku sendiri, sama dengan pak Zen, tidak sempat dulu memikirkannya. Barangkali saja Anda bisa membantu pak Zen untuk menjawab pertanyaan yang diajukan anaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: