Selamat Jalan Wali Nanggroe…


Sudut kanan layar laptop membuat aku terhenyak. Tulisan yang di kolom berita utama tertulis, “Deklarator GAM Hasan Tiro Meninggal.”

Berita di halaman BBC Indonesia belum juga membuatku puas. Google kubuka, lalu kuketik “Hasan Di Tiro meninggal” Rupanya benar, laki-laki yang menjadi nafas perjuangan kemerdekaan Aceh dari Indonesia ini telah tutup usia. Wali Nangro ini meninggal pada usia 86 tahun di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA). Sebelumnya ia telah dirawat intensif di rumah sakit yang sama..

Dari berita online, kabar meningggalnya lelaki kelahiran Pidie, Aceh, 25 September 1925 ini disampaikan oleh Perdana Menteri GAM, Malik Mahmud. Menit tepatnya beragam, hampir semua media online yang kubuka menyebutkan angka yang berbeda.

Kawanku yang mantan kombatan, Indra saat kukabari sempat terhenyak. “Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un….,” kata dia. Wajahnya berubah. Ia tampak bersedih.

“Di Koran Serambi Indonesia yang kubaca pagi tadi, Hasan Tiro masih diberitakan kritis,” kataku pada Indra. Ia mengangguk. Lewat kabar di media pula aku tahu bahwa lelaki yang berpengaruh besar di Aceh ini sudah tiga kali menjalani pemeriksaan intensif di rumah yang sama. Selain di RSUZA, ia juga sudah tiga kali menjalani pemeriksaan kesehatan ke salah satu rumah sakit di Malaysia.

Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Wajahnya hanya kukenal lewat koran, internet, juga berita di tv. Beberapa kali kawan-kawan mantan kombatan bercerita tentangnya. . Ada kebanggaan yang tidak mereka sengaja tampakkan pada sang proklamator kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976 ini

Ariel, pemuda yang pernah menjadi kombatan ketika usianya 14 tahun itu memiliki kenangan sendiri tentang Dr Tengku Muhammad Hasan Di Tiro. ”Setelah penandatangan MoU Helsinki, saya selalu berharap tidak ada lagi perang di Aceh. Lega sekali rasanya saat mendengar pertama kali beliau pulang kembali ke Aceh. Kepulangannya ke Aceh membawa damai bagi Aceh…”

Yup, semoga “Aceh beu aman..beu aman bek lee ro darah..ro darah (Aceh harus aman, jangan lagi tumpah darah)”

Selamat jalan Wali Nangro, semoga Seuramo Mekkah selalu damai seperti damainya kepulanganmu padaNya….

Sang Wali Nanggroe....Foto diambil di http://matanews.com/wp-content/uploads/Tiro.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: