Badai Menghantam, Gempa Menggoyang


Rasa takutku seakan tak pernah sirna sejak berada di kota Naga, Tapaktuan. Pada akhir tahun 2008 hingga pertengahan 2009, badai kerap menerjang pesisir pantai berbatas Samudera Hindia ini. Raungan angin menjerit menghempas dedaunan. Ia beberapa bulan lalu sempat menghilang, berganti dengan gempa.

Sore kemarin seakan ia mencapai puncaknya. Derunya mendesing menghempas tembok, bukit di belakang rumah dan pohon-pohon. Pada kaca, suara brbrbrbrbrbrbrbrrrrrrrrrrrrrrrrr……. menakutkan.

Pohon-pohon di belakang dan depan rumah tumbang. Kuhitung, tiga batang pohon pisang tumbang. Huh, kenapa pula batang yang tumbang justru yang telah ada tandannya. Beberapa bulan lagi sudah bisa kupanen. Batang mangga kami pun dihantam hingga memercik api. Tepat pula pada batang yang berbuah lebat.

Pagi tadi, setelah ketakutanku sirna, tubuhku digoyang pelan. Kasurku digoyang pelan 4,5 SR pada pukul 03.44 WIB. Oalah, dari prediksi, gempa akan menggoyang lagi mulai hari ini sampai tanggal 13 Juni esok. Entah berapa kekuatannya…

kemarin (7 Juni 2010)

Iklan

2 Komentar

  1. Aha Gambreng said,

    8 Juni 2010 pada 2:23 am

    Hem, tidak usah khwatir kawan. Semua sudah punya alur..

    • naribungo said,

      8 Juni 2010 pada 2:26 am

      terima kasih semangat pagi ini, paling tidak menjadi lebih waspada….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: