hujan, tidur yuk!


gelayut awan hitam akhirnya jatuh juga menjadi rintik. rintiknya makin lama makin kerap, pekat. bukit hijau berpermadani rumput di arah kiri jendela ruang kerjaku hanya tampak bayangan. hijaunya sirna oleh jutaan tetes air langit.

“enaknya tidur,” kata batinku. ya, hanya batin yang berucap. sebab, tabel demi tabel di hadapanku harus diisi segera.

september masih hujan. entah sampai kapan mentari yang selalu kukira datang dari arah barat itu akan muncul kembali. mungkin ia tengah dirundung duka. kan kuhapus laramu semampuku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: