Negeriku Masih Punya Orang Baik


Mataku erat terpejam kala handphone yang kuletakkan di meja kecil di kamarku menanda panggilan. Sekali berbunyi aku terganggu. Malah, ia berbunyi lagi. Kesal, tapi aku beranjak sebentar. Kusahut teknologi yang pernah membuatku malas menyentuhnya di tiap hari Sabtu dan Minggu itu.

08566891xxx. Ia hanya kudiamkan. Kurasa, aku tak mengenal pemiliknya. Aih, pukul 01.54! Apakah ia pemilik nomer yang pernah kublokir itu? Sangat mungkin ia berganti nomer lagi seperti waktu-waktu sebelumnya. Bukankah suara-suara mendesah menjijikkan itu kerap menelponku tengah malam?

Hp lempar di bawah bantal yang tak pernah kupakai untuk alas kepalaku itu. Empat kali lagi ia memanggil. “nDladuk!” umpatku. Kusahut lagi, Nonaktifkan!

Persis usai mandi, nomer yang sama memanggil lagi. Ketika kulihat lagi, ternyata ia telah memanggilku sejak pukul 20.18 di hari sebelumnya. “Assalamu’alaikum. Saya bicara dengan siapa ya?” suara laki-laki. Kalau sudah begini awalnya, biasanya aku akan matikan. Hanya batinku bicara,”Situ yang nelpon kok tanya saya siapa!”. Tapi suara yang keluar dari mulutku malah menanyakan apa yang bisa saya bantu. Belum juga ia bicara, signal hilang!

Baru saja suara laki-laki itu kudengar lagi. “Maaf bu, saya tadi sedang menuju pasar…” padahal aku juga tak bertanya. Lalu mati lagi. Nggak jelas siapa orang ini. Lima menit kemudian, ia mengirimkan pesan pendek.
Foto (nuk)

(Mbak) Patra kukenal saat kami sama-sama hadir di sebuah undangan di Jakarta belum lama ini. “Ibu, saya menemukan tas orang yang mungkin pemiliknya namanya Patra… Dompetnya masih ada, masih ada uang, atm, kartu-kartu lain, ada uangnya di dompet. Saya temukan nomer ibu di tasnya,” ujar lelaki yang tinggal di Padang, Sumatera Barat ini.

“Sejak semalam saya telpon Ibu. Saya telpon Ibu tengah malam karena tidak bisa tidur. Kuatir pemilik tas ini bingung mencari-cari,” kata pemilik suara yang kutahu kemudian bernama Pak Rudi.

Astaghfirullah, aku telah berburuk sangka pada Pak Rudi yang baik. Aku telah berburuk sangka pada pak Rudi, yang dari suaranya kudengar sangat santun. Kubersyukur, negeri ini masih ada Pak Rudi….

Iklan

1 Komentar

  1. martha boerhan said,

    20 April 2011 pada 11:52 pm

    SUBHANALLAH ………
    Pak Rudi …semoga Tuhan selalu melimpahkan CintaNYA atas dirimu dan orang2 yang mencintaimu, amin..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: