Masihkah Indonesia Pulau Mentawai itu?


Polah tingkah para pejabat tinggi ini aneh-aneh. Belum juga kulupa ingatan tentang pernyataan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang menyalahkan korban tsunami Mentawai. Kini, aku hanya mengelus dada ketika seorang teman mengirimkan pesan singkat di handphoneku, “Aduh Tuhan Yang Pengasih, tolong tegur gubernurku. Saudaraku di Mentawai belum tertolong, dia malah pergi ke Jerman…”

Bingung dengan pesan pendeknya, kucari juga di situs berita. Benar memang, Pak Irwan Prayitno yang Gubernur Sumatera Barat itu bertandang ke Jerman. Menurut berita yang kubaca di website Harian Singgalang, ia pergi bersama tujuh –wakil- pimpinan daerah lainnya. “Untuk apa?” tanya Kak Tia padaku.

Pak Irwan bertandang ke Jerman bukan dalam rangka menyelesaikan persoalan kebencanaan di Mentawai, tetapi mengikuti pameran investasi yang diselenggarakan hari ini hingga Jumat mendatang (3-5 November). Kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Suherman Raza, acara ini tidak bisa diwakilkan. Pernyataan ini sendiri diwartakan pada tanggal 20 Oktober lalu, artinya sebelum tsunami yang menimbulkan bencana menghantam Mentawai.

“Undangan disampaikan Dubes Jerman kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional. Ini kesempatan emas bagi kita dalam mempromosikan daerah di dunia internasional,”ujar Suherman di Harian Singgalang.

Aku sendiri malas untuk menilai. Hanya saja, telinga dan hatiku terus terluka ketika membaca atau mendengar kabar bahwa saudaraku di Kepulauan Mentawai terancam kelaparan. Kita tentu tahu bahwa penangan pasca bencana di pulau itu masih sangat kacau balau. Sejak tsunami meluluhlantakkan tiga pulau di gugusan Kepulauan Mentawai (Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pagai Selatan) itu, distribusi bantuan masih belum menjangkau banyak wilayah terpencil. Bantuan tetap menumpuk di Sikakap, di Pulau Pagai Utara, tempat yang dipilih untuk mengonsentrasikan bantuan yang datang dari Padang. Dan kita tentu sangat mengerti pemerintah pusat pun berlindung di balik alam yang masih bergolak untuk alasan keterlambatan atau kekacauan pendistribusian dan sebagainya.

Tanyaku hanya sedikit saja, masihkah Indonesia Pulau Mentawai itu?

Iklan

2 Komentar

  1. Insefeunons said,

    21 Januari 2011 pada 6:52 pm

    hi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: