Keluhanmu Sampah Bagiku


Otakku terasa jumut, capek. Leherku ikut-ikutan kaku hingga ke pangkal lengan.

Bosan menderaku. Bosan mendengar keluhan yang setiap saat tersampaikan lewat telingaku. Bahwa lama kelamaan aku kurang berminat memberikan tanggapan -sebisaku hanya iya, “Iya to?!” atau sekedar “Ooo..”

Sampah keluh memenuhi otakku. Sampaikan keluhanmu dan akan kubuang saat itu juga. Yap, hanya sampah, karena itu aku enggan memasukkannya ke hatiku untuk kupelihara. Keluhanmu berisi asumsi. Dugaan yang seolah-olah bakal terjadi. Menduga seseorang akan berkata, memaki, marah, iri dan sebagainya. Apa iya akan begitu?! Ah, apa peduliku….

Aku capek membersihkan sampahmu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: